Burnout
Baru belakangan ini mulai menanggapi kesehatan mental sebagai kesehatan betulan seperti kesehatan fisik, setelah menghadapi gejala fisik yang tidak jelas apa sebabnya. Dokter itu bilang "hati-hati dengan burnout".
Kata "burnout" itu tidak asing bagiku, karena kata itu seolah sudah menjadi buzzword di lingkunganku. Di antara mereka ada yang bilang kalau burnout itu malas. Obatnya adalah bekerja dengan lebih serius dengan niat yang lebih tulus.
Tapi aku sendiri betulan bingung, apakah burnout itu real, betulan ada, atau hanya alasan bagi orang pemalas seperti yang orang itu bilang padaku?
Komentar
Posting Komentar